Jumat, 06 Januari 2012

Lawang Sewu

Lawang Sewu merupakan sebuah gedung di Semarang, Jawa Tengah yang merupakan kantor dari Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS. Dibangun pada tahun 1904 dan selesai pada tahun 1907. Terletak di bundaran Tugu Muda yang dahulu disebut Wilhelminaplein.
Masyarakat setempat menyebutnya Lawang Sewu (Seribu Pintu) dikarenakan bangunan tersebut memiliki pintu yang sangat banyak. Kenyataannya, pintu yang ada tidak sampai seribu. Bangunan ini memiliki banyak jendela yang tinggi dan lebar, sehingga masyarakat sering menganggapnya sebagai pintu (lawang).

Sekarang, Lawang Sewu sering di pakai untuk uji nyali. Kabarnya, pada jam 6 malam, Lawang Sewu tutup karena dikabarkan akan ada pengunjung lain, yaitu hantu atau jin Lawang Sewu.

Liburan kali ini, saya pergi mengunjungi Lawang Sewu, karena tertarik oleh isu bahwa ada banyak hantu dan jin di Lawang Sewu. Wisata Lawang Sewu ini buka pada jam 08.00 s/d 18.00. Harga masuk Lawang Sewu ini cukup terjangkau, yaitu Rp10.000,00/orang. Anda juga dapat menyewa pemandu, dengan harga yang cukup terjangkau pula, yaitu Rp30.000,00 untuk satu orang pemandu.

Di Lawang Sewu ini juga ada ruang bawah tanah. Jika ingin menelusuri ruang bawah tanah ini, anda cukup membayar Rp10.000,00 per orang. Dilengkapi dengan senter, sepatu boot, dan seorang pemandu.


-SEJARAH

Lawang Sewu adalah salah satu bangunan bersejarah yang dibangun oleh pemerintahan kolonial Belanda, pada 27 Februari 1904. Awalnya bangunan tersebut didirikan untuk digunakan sebagai Het Hoofdkantoor van de Nederlansch Indische Spoorweg Maatscappij (NIS) atau Kantor Pusat Perusahan Kereta Api Swasta NIS. Sebelumnya kegiatan administrasi perkantoran NIS dilakukan di Stasiun Samarang NIS. Namun pertumbuhan jaringan perkeretaapian yang cukup pesat, dengan sendirinya membutuhkan penambahan jumlah personel teknis dan bagian administrasi yang tidak sedikit seiring dengan meningkatnya aktivitas perkantoran. Salah satu akibatnya kantor pengelola di Stasiun Samarang NIS menjadi tidak lagi memadai. NIS pun menyewa beberapa bangunan milik perseorangan sebagai jalan keluar sementara. Namun hal tersebut dirasa tidak efisien. Belum lagi dengan keberadaan lokasi Stasiun Samarang NIS yang terletak di kawasan rawa-rawa hingga urusan sanitasi dan kesehatan pun menjadi pertimbangan penting. Kemudian diputuskan untuk membangun kantor administrasi di lokasi baru. Pilihan jatuh ke lahan yang pada masa itu berada di pinggir kota berdekatan dengan kediaman Residen. Letaknya di ujung Bodjongweg Semarang (sekarang Jalan Pemuda), di sudut pertemuan Bodjongweg dan Samarang naar Kendalweg (jalan raya menuju Kendal). NIS mempercayakan rancangan gedung kantor pusat NIS di Semarang kepada Prof. Jacob F. Klinkhamer (TH Delft) dan B.J. Ouendag, arsitek yang berdomisili di Amsterdam. Seluruh proses perancangan dilakukan di Negeri Belanda, baru kemudian gambar-gambar dibawa ke kota Semarang. Melihat dari cetak biru Lawang Sewu tertulis bahwa site plan dan denah bangunan ini telah digambar di Amsterdam pada tahun 1903. Begitu pula kelengkapan gambar kerjanya dibuat dan ditandatangi di Amsterdam tahun 1903.

Setelah itu, Jepang pun datang. Ia kemudian berpura - pura membebaskan Indonesia dari penjajahan, namun malah menjajah. Akhirnya, ruang bawah tanah Lawang Sewu pun diubah menjadi penjara oleh Jepang.Sungguh mengerikan mendengar cerita sang pemandu tentang tempat penjara bawah tanah tersebut. Tempat pemenggalan kepala, penjara yang tingginya hanya 80 sentimeter, warga Indonesia yang kakinya di rantai, sungguh mengerikan. Tak ada satu pun orang yang berhasil menyelamatkan diri dari penjara tersebut.
Pertama, Jepang memenjarakan Indonesia dipenjara yang tingginya hanya 80 sentimeter. Jadi, mereka tak bisa berdiri. dan kalau ada air masuk kedalam, otomatis mereka bisa terendam. Kedua, bila ada yang dapat bertahan hidup sampai seminggu di penjara 80 sentimeter tadi, mereka akan dipenggal kepalanya di tempat eksekusi. Mereka dibaringkan, kemudian dipenggal menggunakan samurai. Kemudian mayatnya diangkut diam - diam dan dilempar ke sungai.
Penjara Yang tingginya hanya 80 senti.

Tempat pemenggalan kepala.

3 komentar:

  1. ini sekilas pengalamanku ajh tntang lawang sewu.....silakan dikunjungi sendiri....hehehhe

    BalasHapus
  2. hayo....itu data dari mbah google ya????

    BalasHapus
  3. ya nggak lahk.....yg mbah google tuh cuman beberapa kalimat taooooo......><

    BalasHapus