Minggu, 01 Januari 2012

Cerpen-- Bintang Laut Kecil

Usaha membahagiakan orang lain bisa membuat kita lupa akan diri sendiri

Kata - kata itu tiba - tiba kutemukan di komputerku. Tersimpan begitu saja. Aku tak ingat pernah menulisnya. Tapi, ibuku pernah mengucapkan kata - kata itu. Dan sampai saat ini aku belum mengerti maksudnya. Bagaimana bisa, kita membuat orang lain bahagia dan lupa diri sendiri? Apakah nanti aku akan lupa ingatan? Uugh, aku binguuung..!!
Sekarang aku mulai mencoba untuk melupakan arti kalimat itu. Habisnya pusing sih...
Kini aku sedang fokus memikirkan liburan. Ujian Akhir Semester sudah selesai dan aku berhasil mendapat gelar ranking 1. Makanya, ibuku membebaskanku memilih tempat liburan yang aku suka. Hem....kayaknya ke pantai asyik deh .... 
Akhirnya kuputuskan untuk berlibur ke Pantai Drini di Gunung Kidul, Yogyakarta.
Setelah kulihat foto pemandangan alam di Pantai Drini, aku langsung terpikat dan kami pun langsung pergi kesana setelah bersiap - siap.
Perjalanan menuju Pantai Drini lumayan jauh. Aku asyik bermain di mobil dengan adikku dan menyanyi bersama. 

"HOOAAM..." terdengar suara menguap. Ups, ternyata aku dan adikku menguap secara bersamaan. Hihihi...
4 Jam perjalanan pun berlalu. Kami sampai. Ayah  dan Ibu langsung mengangkut barang - barang dan menuju ke Hotel yang sudah di pesan sejak awal. Kami pun segera berganti baju dan bersiap berenang di Pantai.

Hmm....udara pantainya sejuk sekali..."Kak, disini asyik ya kak....Tidak penuh dan sesak oleh orang yang berwisata. Masih sepi." adikku berkata padaku.
Aku tersenyum. "Iya, pemandangannya juga indah..." aku menimpali.
"Kakak, ayo coba kejar aku! Ayo kak!" adikku menarik - narik bajuku mengajak "berkejar - kejaran" di sini.
Aku pun langsung berlari mengjarnya. "Hahahha.." kami tertawa tawa senang.

"Dek, sudah dulu deh, kejar - kejarannya....hosh...kakak...hosh..capek nih..."aku tersengal - sengal.
"Iya kak.  Adek juga bosen. Adek mau bikin istana pasir ah..."
Aku membantunya. Kulihat disini banyak kerang dan bintang laut yang indah dan bisa dipakai untuk menghias istana pasir.

Saat sedang menghias istana pasir, aku melihat seorang anak nelayan sedang melemparkan kerang dan bintang laut ke laut. Aku heran. Kemudian, aku pun datang menghampirinya.
"Hai, aku Karin. Aku dari Semarang. Ngomong - ngomong, boleh aku kenal kamu?" aku menjulurkan tangan salam perkenalan. Dia menoleh, kemudian membalas sambutan tanganku.
"Aku Tia" dia tersenyum. Aku pun balas tersenyum.
"Oh...Tia ya....Eh Tia, kamu lagi ngapain sih? Kok, bintang laut dan kerangnya dilempar ke laut? Kan sayang....bisa buat hiasan istana pasir."
"Aku menyelamatkan mereka supaya tak mati"
"Tapi kan, itu sia-sia. Soalnya banyak sekali, kerang dan bintang laut yang bertebaran"
Tia hanya menatapku tersenyum.
"Tak sia-sia untuk bintang laut yang ini. Dia tak jadi mati" Tia pun melemparkannya.
"Tak sia-sia untuk kerang ini. Dia bisa hidup dan menjaga ekosistem laut" Tia melemparkan kerang itu. Aku hanya diam terkesima.
Dia terus melakukan itu. Akhirnya, aku pun ikut bergerak melempar bintang laut itu. Kami terus melakukannya sampai lupa waktu. Aku harus mandi.


Kini aku mengerti. Usaha kita, untuk membahagiakan orang lain, bisa membuat kita lupa mengurus diri. Lupa waktu. Perjalanan liburan kali ini sangat berguna. Aku pun dapat menjawab teka - teki itu, dan aku belajar bahwa tak ada usah yang sia - sia dan jangan egois.

1 komentar:

  1. bagus, teh....
    tinggal dikumpulin terus dikasih ke penerbit deh hehehehe

    BalasHapus