Kamis, 22 Maret 2012

Gara Gara Pamer


Lihat nih!”. Nisa dan Andi menoleh.
“Wess.... Handphone baru ya Do?” ujar Andi begitu melihat benda kotak yang ditunjukkan oleh Edo itu.
“Ck..ck..ck....” Nisa hanya berdecak-decak kagum.
“Iya dong! Lihat nih, android! Terus, ini handphone 3G. Canggih kan?”
“Wih, iya Do! Canggih amat! Edo, Edo... Udah android, 3G pula!”
“Hey kalian... Kita sudah sampai di toko buku. Udah buruan turun, mau beli buku gak?” Nisa menghentikan obrolan.
Mereka pun segera turun dan langsung menyebar di toko buku tersebut.
Edo langsung pergi menuju bagian komik. Nisa dengan asyiknya melihat-lihat novel terbaru dan komik Indonesia. Andi langsung melesat ke bagian alat tulis dan komik.
Waktu terus berlalu. Sudah setengah jam lebih mereka menetap di toko buku.
“Edo, Andi, udah ketemu bukunya? Ayo, aku mau pulang nih.. ” Nisa mulai bosan.
Tiba-tiba, handphone Edo berbunyi. Edo mengangkatnya dan menempelkannya di telinga..
“Halo?”
Tidak ada jawaban. Hanya terdengar suara orang tertawa.
“Edo, kamu ini bagaimana sih? Minta dibelikan handphone 3G, tapi malah seperti pakai handphone biasa. Hahaha...”
Edo langsung sadar. Buru-buru ia lepaskan handphonenya dari telinga. Kemudian dia menghadapkan kamera depan kepada mukanya.
“Eh, papa... Ada apa pa?”
“Bagaimana kerja kelompoknya?”
“Oh, lancar kok pa, lancar!”
“Hm...begitu... ng?”
“Kenapa pa? Kok kayak yang bingung sih?”
“Rak buku di belakang kamu itu...”
Edo langsung menoleh. Ia tercekat begitu sadar bahwa ia berada di depan rak komik.
“Eh, oh... i..ini koleksi komiknya Nisa pa. Iya benar, ini koleksi komiknya Nisa.”
 “Hm...jadi, Nisa membeli 10 komik detektif conan edisi terbaru dan 5 komik dragon ball edisi 20?”
“Eh, uh...” Edo gelagapan. Dia bingung harus menjawab apa.
“Ehem! Muhammad Edo Saputra, pulang ke rumah SEKERANG!” bentak ayahnya.
Sebetulnya, Edo sedang dihukum tidak boleh perg kemana pun karena belakangan ini nilai sekolahnya jatuh. Karena bosan, ia berkata pada ayahnya akan kerja kelompok di rumah Nisa. Ayahnya mengizinkan saja, karena Edo mau belajar. Padahal sesungguhnya Edo kabur ke toko buku, bersama temannya.
Edo langsung mematikan teleponnya. Nisa dan Andi hanya cekikikan.
“Hihi....sudah pamer handphone, malah ketiban sial gara-gara handphone 3Gnya. Hihi...”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar